If You Pay Peanut You Get Monkey


Seringkali terdengar gerutuan nada tidak puas tatkala akhir tahun menjelang. Karena biasanya performance appraisal sudah dilakukan dan diterjemahkan ke dalam bentuk kompensasi yang paling diidam-idamkan oleh setiap karyawan yaitu Gaji.

Raut muka antara bahagia, sumringah, kecewa, kecut serta tak jarang kemarahan menjadi berpesta ria pada masa ini. Bagi yang memperoleh appraisal seperti yang diharapkan sudahlah pasti akan bersyukur dan berterima kasih kepada atasannya yang selama ini membimbing untuk mencapai kesuksesan.

Namun banyak pula yang mengalami ketidakpuasan namun tidak bisa berbuat apa-apa. Karyawan yang mengalami "nasib" seperti ini biasanya hanya memiliki beberapa pilihan :
1. Tidak mengeluh dan membiarkan hal ini terus menerus terjadi.
2. Mengeluh dalam hati, tetapi tidak berbuat apapun. (nothing to do)
3. Mengeluh dan bergosip ria mencari teman seperjuangan & pembenaran
4. Mengajukan keberatan, namun tetap tidak ada perubahan karena memang kinerjanya yang buruk.

Pada posisi seperti ini biasanya beberapa dari karyawan akan berkata dalam bahasa inggris namun versi slank, "little-little to me, little-little to me, salary no up-up", you pay peanut, you get monkey.........

Ketika masih fresh graduate, saya juga pernah mengalami hal yang serupa dengan hal tersebut diatas. Dalam pengalaman kerja yang masih sangat minim & miskin dari pengetahuan, wawasan dan kebijaksanaan, serta kekesalan saya sendiri yang mengutarakan "you pay peanut, you get monkey"

Pada saat itu kebetulan rekan saya yang senior mendengar "kicauan" saya dan menepuk bahu saya sambil berkata.......jangan begitu pak........... kalimat yang seharusnya diucapkan adalah "You Pay Peanut, You Get Tiger, Lion & Eagle, Your journey are just to beginning"
 
 
Saya tersentak mendengar wejangan beliau tersebut. Rekan senior saya ini berbicara dengan bahasa yang santun, sederhana dan dalam. Beliau kemudian melanjutkan perkataannya, "Kualitas akan ditentukan oleh diri sendiri, berikanlah waktu untuk menilaimu, dan kesungguhan yang tulus akan dibutuhkan segera di tempat yang memang membutuhkan"

Seekor laba-laba dengan jaring pemangsanya tidak pernah berfikir untuk melakukan ekspansi ke daerah/negara lain untuk memperluas daerah kepredatorannya terhadap serangga. Ruang lingkup hidupnya berpusat di jaring-jaringnya. Ia akan segera memakan & mengganti jaring yang rusak dengan jaring yang baru. Itu adalah job description dari laba-laba dengan total kompensasinya adalah serangga yang terjerat di jaring-jaringnya. Seekor laba-laba tidak pernah marah-marah kepada Penciptanya karena ia hanya ditempatkan di sebuah tempat kecil berjaring-jaring lengket dengan diameter mungkin berkisar sekitar 0,3-1 meter.

Kamu masih panjang perjalanan, segera perbaiki kompetensi yang menjadi titik lemah, perkuat kekuatanmu agar kesemuanya itu menjadi laba-laba kecil yang sangat tangguh. Sejenak aku hanya diam membisu, malu mendengar rekan seniorku ini.

Kisah ini terulang lagi didepan mataku ketika salah seorang staffku (yang saya nilai cukup qualified dalam pekerjaannya, namun masih perlu diasah lagi) menggerutu di ruang pantry dan tertangkap basah olehku. Dia malu-malu kucing ketahuan. Jurus masa lalupun aku keluarkan untuk memberikan sedikit pencerahan untuk staffku yang baru menginjak setahun bekerja ini.

Memang, segala bentuk kompensasi, itu selalu tidak akan pernah membuat puas semua manusia, karena pada dasarnya semua manusia itu ingin sesuatu yang lebih.
 
Jakarta, Januari 2008
Widhi Setyo Kusumo

Add comment


Security code
Refresh

Additional information