Serba Serbi Jamsostek

(Untuk Praktisi HRGA & Pekerja)




Jamsostek adalah singkatan dari jaminan sosial tenaga kerja, dan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Undang-Undang & Peraturan tentang Jamsostek
- Undang Undang No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
- Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Jamsostek
- Keputusan Presiden No.22 Tahun 1993 tentang Penyakit-Penyakit Yang Timbul Akibat Hubungan Kerja
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per-12/Men/VI/2007 tentang Petunjuk Teknis Jamsostek
- Kepmenakertrans No.150 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Program Jamsostek bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan dan PKWT


Penting untuk diperhatikan :
1. Pengusaha WAJIB mengikutsertakan karyawannya dalam program Jamsostek (UU No.3 Tahun 1992 Pasal 43 ayat 1)
2. Pengusaha yang membandel dan melanggar terhadap hal ini akan dikenai sanksi hukuman kurungan selama 6 (enam) bulan penjara atau denda sebesar Rp. 50.000.000,- (limapuluh juta rupiah) (UU No.3 Tahun 1992, Pasal 29 Ayat 1)
3. Pengusaha yang melakukan pengulangan tindak pidana No.2 diatas akan dikenai hukuman kurungan selama-lamanya 8 bulan penjara (UU No.3 Tahun 1992, Pasal 29 Ayat 2)
Apa saja program Jamsostek yang WAJIB dilaksanakan pengusaha ?


1. Jaminan Hari Tua (JHT)
Merupakan jaminan yang paling dasar bagi para pekerja untuk pensiun nanti.
Iurannya adalah 3,7% (dibayar pengusaha) dan 2% (dibayar pekerja)


2. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)
Merupakan perlindungan untuk pekerja yang terkena masalah kesehatan
Iurannya adalah 3% (single/lajang) dan 6% (berkeluarga). Kesemuanya ini dibayar oleh pengusaha.


3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Merupakan jaminan kecelakaan kerja baik fisik maupun mental akibat dari pekerjaan yang dialaminya. Iurannya berkisar antara 0,24 - 1,74 % tergantung dari jenis usahanya.


4. Jaminan Kematian (JK)
Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris peserta program Jamsostek yang diakibatkan bukan karena kecelakaan kerja. Iurannya adalah 0,3% dan dibayar oleh pengusaha.
Selain dari itu program Jamsostek juga ada untuk perseorangan :
 
5. Tenaga Kerja di Luar Hubungan Kerja (TK-LHK)
Program ini merupakan kombinasi dari JHT-JPK-JKK-JK untuk kepesertaan yang bersifat pribadi.
Adapun iurannya untuk ini adalah :
- JHT = 2% (minimal)
- JPK = 6% (keluarga), 3% (lajang)
- JKK = 1%
- JK = 0,3%
 
6. Jasa Konstruksi
Program ini diperuntukkan untuk pengusaha Kontruksi di dalam pengerjaan proyek-proyek mereka.
Namun kita juga menyadari bahwa di Indonesia ini para pengusahanya banyak yang nakal atau tidak memahami atau pura-pura tidak memahami Jamsostek dan juga para pekerja berada dalam kondisi sulit karena lapangan pekerjaan yang sangat sedikit menyebabkan mereka menerima saja apabila para pengusaha tidak memperdulikan hal ini.


Hal-hal yang penting untuk praktisi HR adalah beranilah berkata yang benar kepada Top Management bahwa untuk memperoleh Jamsostek itu adalah hak bagi para pekerja. Namun dalam pelaksanaannya, gunakanlah bahasa yang santun, mudah dicerna dan dipahami oleh pengusaha sehingga pengusaha juga ikhlas dalam melaksanakannya. Jangan gunakan bahasa yang bersifat profokasi sehingga memancing kemarahan pengusaha. Bukankah pengusaha itu juga manusia yang memiliki hati nurani ? Kita sentuh hatinya, insya Allah mereka akan menyatu dengan kita.


Widhi Setyo Kusumo
HR Consultant & Practitioner

Add comment


Security code
Refresh

Additional information