Probation Period (Masa Percobaan)



Di dalam recruitment kepegawaian sudah lazim adanya masa percobaan bagi karyawan. Biasanya di masa percobaan ini adalah masa-masa krusial dan sangat penting bagi karyawan & perusahaan itu sendiri karena pada masa ini karyawan akan dinilai kelayakannya dalam memenuhi kompetensi yang diperlukan di perusahaan tersebut. Sedangkan bagi perusahaan juga penting untuk menentukan apakah karyawan yang sedang melakukan masa percobaan ini layak untuk dijadikan karyawan tetap.

Ketentuan mengenai adanya masa percobaan ini dapat dilihat pada Undang Undang No.13 Tahun 2003 di pasal 60 ayat 1 & 2:

Pasal 60
(1) Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan

(2) Dalam masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku

Sesuai dengan aturan tersebut maka untuk karyawan tetap diperbolehkan untuk menggunakan masa percobaan. Sedangkan untuk karyawan tidak tetap / kontrak maka tidak boleh diperlakukan sama seperti karyawan tetap. Karyawan Tidak Tetap / Kontrak tidak mempersyaratkan adanya Masa Percobaan. Hal ini dapat dilihat pada Undang Undang No.13 Tahun 2003 di pasal 58 ayat 1, 2 & 7 :


Pasal 58

(1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja

(2) Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum

(7) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) maka demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu

 

Sehingga pengusaha dilarang untuk memberlakukan masa percobaan untuk karyawan kontrak. Namun pada prakteknya seringkali terjadi pelanggaran-pelanggaran oleh pengusaha dimana recruitment karyawan dilakukan dengan melakukan masa percobaan dan dilanjutkan dengan kontrak. Hal ini tentu saja bertabrakan dengan aturan main yang ada.

Pada umumnya alasan-alasan yang diutarakan biasanya adalah :
1. Pengusaha belum bisa melihat dan menilai secara komprehensif seberapa bagus kualifikasi karyawan dengan hanya 3 bulan saja
2. Banyak sekali kinerja karyawan pada masa 3 bulan sangat baik dan setelah 3 bulan percobaan tersebut kualitas kerjanya menurun drastis bahkan menjadi karyawan yang bermasalah
3. Waktu 3 bulan dirasakan belum cukup untuk menentukan kualifikasi karyawan
4. dll

Hal-hal yang harus dilakukan para pengusaha agar tidak bertabrakan dengan Undang-Undang yang berlaku adalah :
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di perusahaan
2. Meningkatkan kompetensi para HRD di perusahaan
3. Memberikan pelatihan & peningkatan kualitas para team recruitment di perusahaan
4. Membuat sistem seleksi yang terintegrasi, berkualitas & berpola agar hasil kandidat memenuhi harapan pengusaha
5. Membuat & memberikan sistem remunerasi yang baik dan mampu bersaing di industri yang sejenis
6. dll

Tentu saja banyak sekali lubang-lubang yang harus diatasi di dalam menjalankan bisnis, namun kebijaksanaan dan kecermatan serta ketepatan dalam melakukan problem solving ini akan sangat diperlukan sehingga roda bisnis perusahaan akan berjalan dengan maksimal.


Widhi Setyo Kusumo
HR Consultant & Practitioner

Comments   

 
+3 #23 Widhi Setyo Kusumo 2014-11-18 12:09
Pointnya bukan paa disamakan atau tidak.
Pada Masa Percobaan, anda akan dinilai keseriusan anda bekerja.

Jika anda serius, tentunya tidak akan keberatan datang ke klinik di kantor anda untuk membuktikan bahwa anda memang sakit atau tidak. Tentunya pihak klinik rumah sakit akan menindaklanjuti diagnosa anda.

Saya rasa cukup jelas.
Semoga sukses dengan masa percobaannya.
Widhi Setyo Kusumo
Quote
 
 
-6 #22 Susan 2014-11-17 07:54
Semangat Pagi,
Mohon informasi apakah fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan kepada karyawan masa percobaan harus sama dengan karyawan tetap? atau boleh dibedakan?
Misalnya apabila karyawan yang masih dalam masa percobaan sakit, hanya bisa berobat ke klinik perusahaan saja, sedangkan karyawan tetap boleh ke dokter lain/rumah sakit
Mohon advise nya
Quote
 
 
+3 #21 Widhi Setyo Kusumo 2014-11-07 08:18
Mas Brian,

Sebenarnya informasinya masih kurang lengkap. Tapi saya coba bantu menjawabnya :
1. Saya asumsikan Gaji Pokok (Upah Pokok) = Rp. 2.120.000
2. Lembur tiap bulan = Rp. 2.880.000. Apakah tiap hari Mas Brian Lembur atau otomatis (lembur & tidak lembur dianggap sama)
3. Saya asumsikan area kerja di DKI Jakarta UMP = Rp. 2.441.301.

Komponen Upah = Upah Pokok (Gaji Pokok) + Tunjangan Tetap + Tunjangan Tidak Tetap.

Upah Pokok / Gaji Pokok Minimal untuk DKI Jakarta = 75% x 2.441.301 = Rp. 1.830.976,- (Gaji Pokok Mas Brian lebih besar = Rp. 2.120.000)

Jadi masih sesuai dengan aturan perundang-undan gan. Hanya saja mohon diperjelas mengenai Lembur yang hingga mencapai Rp. 2.880.000 (lebih dari 1 bulan gaji pokok)

Mudah-mudahan mencerahkan
Salam Sukses Dahsyat Luar Biasa untuk Kita Semua
Widhi Setyo Kusumo
Quote
 
 
+4 #20 Bian Adrian 2014-11-06 22:56
Selamat Pagi,
Saya mau tanya, pada waktu saya masuk nego gajinya 5 juta, tetapi setelah terima gaji di slip gaji saya ditulis gaji pokok 2.120.000,- sedangkan sisanya dimasukin ke lemburan sekitar 2.880.000. untuk itu saya mau tanya apakah hal tidak bertentangan dengan undang-undang, padahal perhitungan lembur sendiri sudah diatur dalam kep menteri. terimakasih
Quote
 
 
+4 #19 Widhi Setyo Kusumo 2014-10-26 10:44
Dear pak Indra,
Sebenarnya masih kurang jelas, namun saya asumsikan bahwa :
1. Tidak ada offering letter yang menunjukkan posisi/jabatan, gaji & benefit serta point of hire.
2. Disebutkan oleh atasan anda bahwa anda terkena 3 month probation.

maka anda berstatus PKWTT dengan masa percobaan 3 bulan, yang berketentuan :
"Kedua belah pihak (Pengusaha & Pekerja) dapat saling mengakhiri hubungan kerja tanpa syarat apapun selama 3 month probation."

Jika anda ingin resign dengan terhormat & baik dan beretika Timur, maka utarakan keinginan anda kepada atasan anda secara tertulis. Ada pribahasa "Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung". Berikanlah Surat Pengunduran Diri anda pada H-1 sehingga pada waktu menyerahkan surat resign, anda masih bisa berdiskusi dengan atasan dan HRD di tempat anda.

Selamat Resign dan Berkarya di Tempat baru.
Salam Sukses Dahsyat Luar Biasa untuk Kita Semua.
Widhi Setyo Kusumo
Quote
 
 
+1 #18 indra maulana 2014-10-26 04:20
iya bapak , saya d beri waktu masa percobaan 3 bulan nah sekarang saya ingin resign ,,
iya pak tidak ada tanda tangan apapun , jadi waktu saya interview managernya bilang bahwa beliau memberi saya waktu 3 bulan percobaan ,,
apa memang tidak kena sanksi apapun ?? lebih baik resign menggunakan surat atau langsung bicara ,, ?
terimakasih
Quote
 
 
+2 #17 Widhi Setyo Kusumo 2014-10-26 02:36
Dear pak Indra Maulana,
Informasi yang bapak berikan kurang lengkap & jelas.
Ketidakjelasan ini ada pada :
1. Status PKWT (Kontrak) atau PKWTT (permanen)
Jika status bapak PKWTT, berarti ada masa percobaan (jika ada) selama max 3 bulan dan anda baru 1 bulan. Jika mau resign, ya langsung saja, tidak ada masalah. Namun jika status anda PKWT dan anda dikontrak selama 1 tahun, maka sisa kontrak anda berarti 11 bulan (12 bulan - 1 bulan), dan itu adalah "denda" yang harus anda bayar kepada perusahaan dan juga berlaku sebaliknya jika perusahaan yang mem-PHK anda ketika anda baru 1 bulan bekerja.
2. Sudah bekerja 1 bulan tanpa tanda-tangan apapun / tidak ada kontrak ?
Bingung saya menjawabnya karena bukti bahwa anda menjadi karyawan itu apa ?
3. Deposit Ijazah sebesar 500 rb. Maksudnya apa ya ? Apakah anda harus membayar 500 ribu atau bagaimana ?
Semoga mencerahkan
Salam Sukses Dahsyat Luar Biasa untuk Kita Semua
Widhi Setyo Kusumo
Quote
 
 
-1 #16 indra maulana 2014-10-25 04:21
pak saya ingin bertanya , saya bulan kemarin keterima kerja , sekarang saya ingin resign dari tempat kerja saya ini , ketika saya keterima saya tidak membubuhkan tanda tangan apapun , apakah ketika resign nanti saya kena denda ??
dengar2 katanya d tempat saya ini ada deposit ijazah sebesar 500rb ,,
mohon masukannya pak ,,
Quote
 
 
0 #15 indra maulana 2014-10-24 15:11
Pak saya ingin bertanya , saya bulan kemarin keterima kerja , nah ketika keterima itu tidak ada tanda tangan apapun , dan skrg saya ingin resign , apakh kena denda ?
Denger2 d tempat saya ini ada bayar deposit ijazah 500rb ,,
Mohon masukannya , saya ingin resign dri tempt saya ini ,,
Trimakasihh ,,
Quote
 
 
+1 #14 Widhi Setyo Kusumo 2014-10-07 08:58
Dear bapak/ibu Novita,
Perjanjian Kontrak itu tidak diperbolehkan menggunakan masa percobaan. Masa Percobaan hanya berlaku untuk PKWTT (Permanen).
Bisakah diinformasikan isi kontraknya karena masa percobaan yang tertera dalam kontrak itu harus jelas definisinya agar tidak melanggar aturan main.
Saya asumsikan : Bapak/ibu dikontrak 1 tahun dengan "Masa Percobaan = 3 bulan" dimana 3 bulan itu anda dinilai kinerjanya apakah bisa terus atau tidak. Tentu saja dengan konsekuensinya : Siapapun yang membatalkan kontrak sebelum 1 tahun, maka sisa kontraknya itu harus dibayar oleh karyawan yang resign atau perusahaan yang meresignkan karyawannya.

Dalam hal ini perusahaan anda salah karena memberlakukan masa percobaan, namun benar dalam memberlakukan denda sisa kontrak kepada anda.

Mudah-mudahan mencerahkan.
Salam
Widhi Setyo Kusumo
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Additional information